Vol. 2 No. 3 (2026): September
Articles

Analisis Diksi Surah An-Nas dalam Perspektif I’jaz Lughawi

Rima Aulia Maftukha
Ma’had Aly Walindo Pekalongan
Rusna Fida
Ma’had Aly Walindo Pekalongan
Ali Burhan
UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published 2026-09-14

Keywords

  • I'jaz Lughawi,
  • Diksi,
  • Surah An-Nas,
  • Semantik,
  • Linguistik Al-Qur'an

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis diksi dalam Surah An-Nas dari perspektif i’jaz lughawi untuk mengungkap ketepatan pemilihan kata serta hubungan makna antardiksi yang membentuk kemukjizatan bahasa Al-Qur’an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur’an sebagai sumber utama, kitab-kitab tafsir klasik, serta literatur kebahasaan dan jurnal ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis melalui identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi terhadap diksi رَبِّ، مَلِكِ، إِلَهِ، الْوَسْوَاسِ, dan الْخَنَّاسِ berdasarkan kajian semantik, konteks, dan penafsiran para mufasir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap diksi dipilih secara tepat sesuai fungsi makna dan konteksnya. Diksi رَبِّ، مَلِكِ, dan إِلَهِ membentuk tahapan pengenalan terhadap Allah sebagai Rabb, Malik, dan Ilah yang menegaskan kesempurnaan rububiyah, mulkiyah, dan uluhiyah-Nya. Sementara itu, diksi الْوَسْوَاسِ dan الْخَنَّاسِ menggambarkan karakter godaan setan yang berlangsung melalui bisikan halus dan berulang, serta melemah ketika manusia mengingat Allah. Keterkaitan makna antardiksi tersebut menunjukkan adanya ketepatan pemilihan kata, keluasan makna, dan keserasian konteks yang menjadi salah satu bentuk i’jaz lughawi Al-Qur’an. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian linguistik Al-Qur’an, khususnya dalam analisis diksi sebagai salah satu aspek kemukjizatan bahasa Al-Qur’an.

References

  1. Widodo, A. (2026). Bahasa Arab Al-Qur'an: Kajian linguistik, keistimewaan bahasa, dan implikasinya dalam kajian tafsir Al-Qur'an. Ummul Qura: Jurnal Ilmiah Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 10(1), 113–129. https://doi.org/10.55352/uq.v10i1.2643
  2. Ghotbi, Soraya. “The Literary Miracle of the Holy Quran.” International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding 7, no. 5 (2020) DOI: https://doi.org/10.18415/ijmmu.v7i5.1677.
  3. Narliyani, Lista Dwi, Lesa Rahmawati, Tita Tashbih, dan Muhammad Luthfi Ardiansyah. “Analisis Linguistik: Eksplorasi Nilai Estetika Bahasa dalam Surat An-Nas Ayat 1–6.” Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, Vol. (0), No. (0), Juli 2023. DOI: https://doi.org/10.36232/frasaunimuda.v6i1.2628
  4. Sa’i, Ahmad Bassam. Al-Mu’jizah: I’adah Qira’ah al-I’jaz al-Lughawi fi al-Qur’an al-Karim, al-Juz’ al-Tsani: al-Lughah al-I’jaziyyah al-Jadidah fi Qisar al-Suwar (al-Fatihah wa al-Suwar al-‘Isyrun al-Akhirah, ma’a Tamhid Tatbiqi ‘ala Surah Fatir). Al-Ma’had al-‘Alami li al-Fikr al-Islami, t.t.
  5. Ibn ‘Ashur, Muḥammad al-Ṭāhir. Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir. Juz I. Tunis: al-Dar al-Tunisiyyah li al-Nasyr, t.t.
  6. Al-Tabari, Abu Ja’far Muḥammad ibn Jarir. Jami’ al-Bayan ‘an Ta’wil Ay al-Qur’an. Ed. ‘Abd Allah ibn ‘Abd al-Muhsin al-Turki. 26 jilid. Kairo: Dar Hijr li al-Tiba‘ah wa al-Nashr wa al-Tawzi’ wa al-I‘lan, 2001.
  7. Al-Qurtubi, Muhammad bin Ahmad al-Ansari. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Tahqiq Ahmad al-Barduni dan Ibrahim Atfish. 20 juz. Cet. II. Kairo: Dār al-Kutub al-Miṣriyyah, 1964.
  8. Ṭantawi, Muhammad Sayyid. al-Tafsir al-Wasit li al-Qur’an al-Karim. Cet. 1. Kairo: Dar Nahdah Misr li al-Tiba‘ah wa al-Nashr wa al-Tawzi’, 1997–1998.
  9. Ibnu Kasir, Isma’il bin ‘Umar. Tafsir al-Qur’an al-‘Aẓim. Tahqiq Sami bin Muhammad al-Salamah. Cet. II. 8 juz. Riyadh: Dar Tayyibah li al-Nashr wa al-Tawzi’, 1420 H/1999 M.
  10. Al-Wahidi, Abu al-Hasan ‘Ali ibn Ahmad ibn Muhammad. Al-Tafsir al-Basit. Tahqiq Lajnah ‘Ilmiyyah min Jami‘ah al-Imam Muhammad ibn Sa‘ud al-Islamiyyah. Cet. 1. Riyadh: ‘Imadah al-Bahth al-‘Ilmi, Jami‘ah al-Imam Muhammad ibn Sa‘ud al-Islamiyyah, 1430 H.
  11. Al-Mahalli, Jalal al-Din Muhammad ibn Ahmad, dan Jalal al-Din ‘Abd al-Rahman ibn Abi Bakr al-Suyuti. Tafsir al-Jalalayn. Kairo: Dar al-Hadith, cet. I, t.t.