Kepemimpinan Profetik Rasulullah dalam Pendidikan:Analisis Konseptual terhadap Kinerja Guru di Madrasah Ibtidaiyah
Published 2026-06-29
Keywords
- Kepemimpinan Profetik,
- Rasulullah,
- Kinerja Guru,
- Madrasah Ibtidaiyah,
- Pendidikan Islam
Copyright (c) 2026 Amrosy Amrosy, Kurniah Astutik (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Abstract
Abstrak Kualitas pendidikan di madrasah ibtidaiyah sangat dipengaruhi oleh kinerja guru yang berakar pada nilai-nilai kepemimpinan yang kuat. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep kepemimpinan profetik Rasulullah SAW dan relevansinya terhadap kinerja guru di madrasah ibtidaiyah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode desk review, bersumber dari teks-teks keislaman primer (Al-Qur'an, hadis, dan sirah nabawiyah), regulasi pendidikan nasional, serta literatur ilmiah kontemporer di bidang pendidikan Islam dan manajemen kepemimpinan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dan analisis konseptual-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan profetik Rasulullah mengandung empat pilar utama yang relevan bagi kinerja guru: (1) siddiq (integritas dan kejujuran akademik), (2) amanah (tanggung jawab profesional), (3) tabligh (komunikasi pedagogis yang efektif), dan (4) fathonah (kompetensi intelektual dan inovasi). Keempat pilar ini secara konseptual berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kinerja guru dalam dimensi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi hasil belajar di madrasah ibtidaiyah. Penelitian ini menegaskan bahwa internalisasi nilai-nilai kepemimpinan profetik dapat menjadi landasan normatif sekaligus praktis bagi pengembangan profesionalisme guru madrasah di era kontemporer, termasuk dalam menghadapi tuntutan digitalisasi pendidikan dan pencegahan problem sosial seperti perundungan (bullying) di lingkungan madrasah.
References
- Ary Ginanjar, A. Rahasia sukses membangun kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ): Emotional spiritual quotient berdasarkan 6 rukun iman dan 5 rukun Islam. Cetakan ke-30. Penerbit Arga Tilanta, 2017.
- Astutik, K. “CHARACTER STRENGTHENING IN THE IMPLEMENTATION OF THE 7 HABITS OF GREAT INDONESIAN CHILDREN TOWARDS THE GOLDEN GENERATION.” Dalam International Conference on Humanity Education and Society (ICHES), Vol. 4, 2025.
- Astutik, K, L P Destiani, dan P H Hasanah. “Building school and family partnerships to prevent bullying in children.” Dalam Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity, 2:1568–74, 2024. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/icesh.
- Astutik, K, dan A Fawait. “Development of animation-based video media digital literacy stimulates the language ability of early children.” Dalam Proceeding of International Conference on Education, Society and Humanity, 1:190–94, 2023. https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/icesh.
- Barnawi, dan M Arifin. Kinerja guru: Tinjauan teoritik dan praktik. Edisi Revisi. Ar-Ruzz Media, 2022.
- Development, Organisation for Economic Co-operation and. TALIS 2018 results (Volume II): Teachers and school leaders as valued professionals. OECD Publishing, 2020. doi:10.1787/19cf08df-en.
- Fauzan, A. “Kepemimpinan profetik dalam pendidikan Islam kontemporer: Rekonstruksi nilai siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.” Jurnal Pendidikan Islam 8, no. 2 (2019): 145–62. doi:10.14421/jpi.2019.82.145-162.
- Hamalik, O. Proses belajar mengajar. Cetakan ke-17. Bumi Aksara, 2016.
- Hidayat, R, dan I Machali. “Kepemimpinan profetik dan budaya madrasah: Studi kasus di MAN Yogyakarta.” Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam 10, no. 1 (2020): 1–18. doi:10.24042/alidarah.v10i1.5432.
- Ibn Hisyam, A M, dan F Bahri. Sirah nabawiyah: Sejarah lengkap kehidupan Rasulullah SAW. Vol. 1–2. Darul Falah, 2019.
- Indonesia, Kementerian Agama Republik. Statistik pendidikan Islam tahun pelajaran 2021/2022. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama RI, 2022. https://pendis.kemenag.go.id/.
- Indonesia, Kementerian Pendidikan Nasional Republik. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru (2007).
- Indonesia, Republik. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 157 § (2005).
- Lexy J. Moleong. Metodologi penelitian kualitatif . Edisi Revisi,. Bandung: PT Remaja Rosdakarya., 2021.
- Maksudin. Pendidikan karakter non-dikotomik: Upaya penyatuan pendidikan agama dan umum di sekolah. Edisi Revisi. Pustaka Pelajar, 2017.
- Malik, A, dan I Abdullah. “Tantangan kinerja guru madrasah ibtidaiyah di era digital: Analisis berbasis survei nasional.” Jurnal Manajemen Pendidikan Islam 6, no. 1 (2021): 23–41. doi:10.21093/jmpi.v6i1.3012.
- Marzuki. Pendidikan karakter Islam. Cetakan ke-2. Amzah, 2015.
- Miles, M B, A M Huberman, dan J Saldana. Qualitative data analysis: A methods sourcebook. 3rd ed. SAGE Publications, 2014.
- Mulyasa, E. Menjadi kepala sekolah profesional: Dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK. Cetakan ke-12. PT Remaja Rosdakarya, 2018.
- Supardi. Kinerja guru: Konsep, kompetensi, motivasi, dan pengembangan. Edisi Kedua. PT RajaGrafindo Persada, 2021.
- Tobroni. The spiritual leadership: Pengefektifan organisasi noble industry melalui prinsip-prinsip spiritual etis. Cetakan ke-2. UMM Press, 2010.
- Uno, H B, dan N Lamatenggo. Teori kinerja dan pengukurannya. Cetakan ke-4. PT Bumi Aksara, 2016.
- Zimmerman, B J, dan A Bandura. “Self-efficacy beliefs and motivational processes in human causal thinking.” Dalam Self-regulation of learning and performance: Issues and educational applications, disunting oleh D H Schunk dan B J Zimmerman, 349–74. Lawrence Erlbaum Associates, 2017. doi:10.4324/9780203763353.