Pergeseran Paradigma Pembelajaran: Strategi Adaptasi Proses Belajar Mengajar Era Digital di Sekolah Menengah Atas
Main Article Content
Abstract
Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan menghadirkan kemelimpahan informasi di lingkungan Sekolah Menengah Atas. Kondisi ini sering kali memicu disorientasi belajar dan kelebihan beban kognitif bagi siswa jika tidak dikelola dengan strategi yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena pergeseran paradigma pengajaran tradisional dan mengukur keefektifan strategi adaptasi proses belajar mengajar dalam memitigasi disorientasi informasi pada siswa. Pendekatan kuantitatif dengan desain survei korelasional digunakan dalam studi ini. Populasi penelitian adalah siswa Sekolah Menengah Atas yang tergabung dalam berbagai komunitas pendidikan daring. Sampel yang digunakan sebanyak seratus dua puluh enam responden, dipilih melalui teknik pengambilan sampel bertujuan. Data utama dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala yang disebarkan secara daring, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat penerapan strategi adaptasi pengajaran oleh pendidik berada pada kategori tinggi dan memiliki pengaruh yang positif serta signifikan terhadap kemampuan mitigasi disorientasi informasi siswa. Besaran kontribusi pengaruh tersebut mencapai empat puluh delapan koma enam persen. Temuan empiris ini menegaskan kesimpulan bahwa kehadiran teknologi tidak serta merta menggantikan peran pendidik, melainkan menuntut transformasi guru menjadi navigator kognitif. Pendidik masa kini harus proaktif menyaring gangguan informasi dan merancang perancah belajar untuk menjaga fokus siswa.
Downloads
Article Details
References
Abdullah, K., Jannah, M., Aiman, U., Hasda, S., Fadilla, Z., Taqwin, Masita, Ardiawan, K. N., & Sari, M. E. (2022). METODOLOGI PENELITIAN KUANTITATIF. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini.
Bates, A. W. (Tony). (2015). Teaching in a Digital Age : Guidelines for designing teaching and learning for a digital age. BCcampus.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design : qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (Fifth). SAGE Publishing. https://doi.org/10.1002/nha3.20258
de Almeida, F. A. S., de Oliveira Marques, P. C., Adão, J. M., Teixeira, Z. D., & Porto, M. D. (2019). The Paradigms of Traditional Educational Culture in the Context of Liquid Modernity: An Empirical Study. Creative Education, 10(04), 784–795. https://doi.org/10.4236/ce.2019.104058
Kirschner, P. A., & De Bruyckere, P. (2017). The myths of the digital native and the multitasker. Teaching and Teacher Education, 67, 135–142. https://doi.org/10.1016/j.tate.2017.06.001
Kurniawan, S. (2025). Literasi Digital Untuk Abad Ke-21. Pustaka Aksara.
Kurniawan, S., & Saksana, J. C. (2026). DYNAMIC COGNITIVE LEARNING THEORY (DCLT). Pustaka Aksara. www.pustakaaksara.co.id
Kurniawan, S., & Sarah, Y. S. (2025). Integrating Semantic Web and AI in Informatics Education to Enhance Digital Information Evaluation Skills. Journal of Sustainable Innovation Engineering, 1(2), 16–19. https://doi.org/10.69693/sustainable.v1i2.11
Maharani, D., Gusmiranda, C. Z., Mazdalifah, Hafidzah, M., & Daulay, L. S. (2026). Peran Guru Dalam Mendorong Perkembangan Kognitif Anak di Era Digital. PEDAGOGIK: Jurnal Pendidikan Dan Riset, 4(1), 01–06.
Mayer, R. E. . (2009). Multimedia learning. Cambridge University Press.
Mustahar. AM, Muh. A., Haris, H., & Awaru, A. O. T. (2025). Integrasi Literasi Digital dan Kecerdasan Buatan sebagai Sumber Belajar bagi Siswa SMA. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 6(7), 11306–11320. https://doi.org/10.54373/imeij.v6i7.4424
Roshid, M. M., & Haider, Md. Z. (2024). Teaching 21st-century skills in rural secondary schools: From theory to practice. Heliyon, 10(9), e30769. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2024.e30769
Siemens, G., Onderwijsdagen, S., Age, D., Design, E., Downes, S., & Verhagen, P. (2019). Connectivism : a new learning theory ? Journal of Instructional Technology and Distance Learning, 2(1), 1–5. http://elearning.surf.nl/e-learning/english/3793
Sofwan, M., Yaakob, M. F. M., & Habibi, A. (2024). Technological, pedagogical, and content knowledge for technology integration: a systematic literature review. International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE), 13(1), 212. https://doi.org/10.11591/ijere.v13i1.26643
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R Dan D (Sutopo, Ed.). Alfabeta.
Sweller, J., van Merrienboer, J. J. G., & Paas, F. G. W. C. (1998). Cognitive Architecture and Instructional Design. Educational Psychology Review, 10(3), 251–296. https://doi.org/10.1023/A:1022193728205
Verhoeven, L., Schnotz, W., & Paas, F. (2009). Cognitive load in interactive knowledge construction. Learning and Instruction, 19(5), 369–375. https://doi.org/10.1016/j.learninstruc.2009.02.002
Yulfiliantoro, S. G., & Winangun, M. M. (2026). PENGARUH OVERLOAD INFORMASI TERHADAP PEMROSESAN KOGNITIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN DIGITAL. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik (JMIA), 3(3), 133–145. https://doi.org/10.61722/jmia.v3i3.9966